Contoh Novel singkat
Contoh novel singkat
Karya: Eko Prasetyo
*Gegara Novel Laskar Pelangi*
Catatan *Eko Prasetyo*
Pemred MediaGuru
Sesampai di Bandara Has Hanandjoeddin, Tanjungpandan, saya diantar taksi lokal ke Hotel Grand Hatika. Jaraknya sekitar 17 kilometer. Nah, dalam perjalanan itulah saya mendapat banyak keterangan dari sang sopir.
Namanya Gamal, asli Selangor, Malaysia. Ia mengatakan sudah 15 tahun tinggal di Belitung. Istrinya asli warga Belitung, tepatnya Manggar. Gamal mengaku kali pertama bertemu saat sang istri bekerja sebagai TKW di Malaysia. Setelah menikah, Gamal memutuskan bekerja di Belitung dengan menjadi sopir taksi. Ini lantaran sang istri ingin kembali ke tanah air.
Ia fasih berbahasa Indonesia dan bahasa Melayu Belitung. Yang istimewa, ia juga paham bahasa Jawa. ”Sebab, para penumpang saya banyak yang datang dari Jawa, Pak. Lama-lama jadi paham lantaran sering mendengar obrolan mereka,” tutur bapak tiga anak tersebut.
Orang ini lumayan istimewa. Pasalnya, ia banyak bercerita tentang wisata Belitung, khazanah kuliner setempat, hingga kedai kopi paling sedap di Kota Tanjungpandan, ibu kota Kabupaten Belitung. Sudah khatam rupanya dia.
Saya terkesan saat ia bercerita tentang novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Walaupun Gamal notabene orang Malaysia, ia menyatakan senang dengan adanya novel tersebut. Alasannya, diakui atau tidak, Laskar Pelangi yang begitu booming pada 2007-2010 membawa dampak positif bagi Belitung.
”Jalan-jalan raya di Belitung jadi mulus, Pak. Karena Belitung semakin diperhitungkan sebagai salah satu tujuan wisata favorit,” terang pria berkulit gelap itu. Andrea benar-benar sukses melambungkan Belitung tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional. Novel Laskar Pelangi menyabet penghargaan-penghargaan bergengsi.
Saat mengulas khusus novel ini pada 2009 di harian Suara Merdeka, saya ingat betul bahwa honor Andrea untuk bicara dua jam waktu itu mencapai Rp25 juta. Saya juga ikut menyambut dia saat diundang ke Graha Pena Jawa Pos di Surabaya pada 2010. Meski kami hanya berjumpa sebentar, saya terkesan dengan ucapannya kala itu, yaitu ungkapan terima kasih kepada Bu Muslimah (guru Andrea Hirata saat SD di Belitung Timur). Gila! Inilah cara elegan dalam berterima kasih kepada guru, yaitu menuliskan sisi inspiratifnya.
Ungkapan terima kasih lewat novel tersebut juga membuat Belitung semakin dikenal. Pada akhirnya, banyak destinasi wisata pantai di Belitung yang terus dibenahi. Saat ini hotel-hotel dan resort mulai menjamur di pulau surgawi ini.
Dulu saya berjumpa Andrea ketika ia masih berstatus pegawai Telkom. Dari kabar teranyar saya peroleh, ia mengaku ingin berfokus sebagai penulis. Andrea pernah mendapat beasiswa menulis ke Amerika berkat novel Laskar Pelangi. Saya melihat selepas tetralogi Laskar Pelangi, karya-karyanya memang mumpuni dan lebih menggigit.
Menurut Gamal, kalau mau jujur, Belitung kian dikenal dunia berkat Laskar Pelangi. Tak heran jika Pemda Belitung ”menjual” namanya dengan sebutan Bumi Laskar Pelangi.
Inilah yang membuat saya terinspirasi saat memijak kembali bumi Belitung yang amat menawan. Yaitu menyuarakan potensi daerah lewat menulis buku. Nah, saya tinggal di Sukodono, Sidoarjo. Masalahnya, saya pernah melewati salah satu anak sungai di sana dan melihat sampah seperti pampers, plastik, bahkan kasur. Ndak tega rasanya jika mau nulis.
Belitung, 17 Desemberi 2018
Komentar
Posting Komentar