Koin penyok

*SEBUAH RENUNGAN*

*Seorang lelaki berjalan Tak Tentu Arah..*
*Dengan Rasa Putus Asa..kondisi keuangan morat marit.*
*Saat menyusuri jalanan sepi.. kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa.*

*"Uh.. hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok"*_

*Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.*

*"Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno"*_
*kata teller itu memberi saran.*

*Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor.. Beruntung sekali koinnya dihargai Rp.500 ribu.*

*Lelaki itu begitu senang...saat Melewati Toko Penjualan Kayu.. dilihatnya beberapa lembar kayu obral.*
*Dia pun membeli kayu seharga Rp. 500 ribu untuk membuatkan istrinya Rak Agar Bisa Berdagang.*
*Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.*

*Di tengah perjalanan dia melewati tempat pembuatan mebel..*
*Mata pemilik bengkel mebel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu.*
*Dia menawarkan lemari Rp. 2 juta untuk menukar kayu itu.*
*Setelah setuju.. dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.*

*Dalam perjalanan lelaki tersebut melewati perumahan..*
*Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya Rp.10 juta.. dia ragu-ragu.*
*Si wanita pun menaikkan tawarannya menjadi Rp. 12 juta. Lelaki itupun setuju Dan Beranjak Pulang.,*

*Saat sampai di pintu desa.. dia ingin memastikan uangnya...ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai Rp. 12 juta..*

*Tiba tiba Dua orang perampok datang.. mengacungkan belati.. merampas uang itu.. lalu kabur.*
*Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya..*

*"Apa yang terjadi?"*
*"Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil perampok tadi?"*

*Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata..*

*Oh bukan apa-apa.. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi"*

*Hikmah :*

*Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun.. Kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan..?*

*Sebaliknya..  sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki.. karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa.*

*Menderita karena melekat..*
*Bahagia karena melepas..*

*Karena demikian lah hakikat sejatinya kehidupan..*
*Apa sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini..?*

*Tidak ada, karena bahkan napas saja bukan kepunyaan kita, dan tidak bisa kita genggam selamanya.*

*Saat kehilangan sesuatu.. kembalilah ingat , bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa apa.*

*Jadi "Kehilangan" itu tidak lah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan.*

*Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke"AKU"an.*

*Ke "AKU"an itu lah yang membuat kita menderita.*

*Rumah ku.. harta ku.. jabatanku..  istri ku.. suami ku..  anak ku semuanya bukan milik ku.*
*Kita lahir tidak membawa apa apa.. meninggal pun sendiri tidak bawa apa apa dan tidak ngajak siapa siapa.*

*Sesungguhnya semua milik Allah dan sesungguhnya semua akan kembali kepaday Allah.*

*(QS. al-Baqarah :155-157)*

*16092018*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengetahui Berat Buku

Mahram

Pesan ibu buat anak