rumus untuk mengetahui berat buku, A5 (21 x 14,8 cm) = Bookpaper = jumlah halaman X 0,9 gram HVS = Jumlah halaman X 1,2 gram A4 (21 x 29,7) Bookpaper = jumlah halaman X 1,8 gram HVS = Jumlah halaman X 2,4 gram Cek ongkir bisa melalui web cektarif.com
KENALI MAHRAM MU DARI SEKARANG Mahram kamu (untuk perempuan) adalah: 1. Ayah 2. Kakek 3. Anak 4. Cucu 5. Saudara sekandung 6. Saudara seayah (beda ibu) 7. Saudara seibu (beda ayah) 8. Keponakan lelaki dari saudara/i kamu yg sekandung, atau yg hanya seayah, atau yg hanya seibu denganmu 9. Paman dari saudara ayah atau saudara ibu 10. Suami ibu (ayah tiri) atau mantan suami ibu (syarat: sdh berhubungan badan dgn ibu) 11. Anak lelaki suami yg dibawa dari pernikahannya sebelumnya dan anak lelaki dari mantan suami 12. Mertua atau mantan mertua 13. Menantu atau mantan menantu 14. Saudara sesusuan dan siapa saja yg merupakan mahram saudara sesusuanmu dari nasab dia, maka menjadi mahrammu juga Untuk mahram laki-laki sama seperti poin di atas, hanya diganti perempuan semua (ibu, nenek, saudari sekandung, dst). Nah SELAIN DARI POIN 1-14... itu BUKAN mahram kamu.* Mereka ga boleh bersentuhan dan bersalaman dgn kamu, ga boleh liat aurat kamu, dan ga boleh nemenin kamu safar. _CATA...
Buat ibu2 yg galak (saya trmsk yg kesentil nih) *Pesan Ibu Elly Risman* *Senior Psikolog UI, Konsultan Parenting Nasional* *Inilah pesan untuk para Orangtua :* Kalau Anda dititipi anak Presiden, kira-kira bagaimana mengasuh dan menjaganya ? Beranikah Anda membentaknya sekali saja ? Pasti enggak, kan ? Nah, yang sekarang menitip bukan Presiden, tapi yang jauh lebih berkuasa dari Presiden, yaitu Allah. Beranikah Anda membentak, memarahi, mencubit, menyentil, bahkan memukul ? Jika Anda pernah melakukannya, kira-kira nanti di hari akhir, apa yang Anda jawab ketika ditanya Pemiliknya ? *Jiwa anakmu lebih mahal* dari susu termahal yang ditumpahkannya. *Jaga lisanmu,* duhai orangtua. *Jangan pernah* engkau *memarahi* anakmu hanya gara-gara ia menumpahkan susunya atau karena ia *melakukan hal* yang menurutmu *salah.* Anakmu tidak tahu kalau apa yang ia *lakukan adalah kesalahan.* *Otaknya belum mempunyai konsep* itu. *Jaga Jiwa Anakmu.* Lihatlah *tatapan mata* anakmu yang *tidak...
Komentar
Posting Komentar